Shalat ke Masjid YYY membawa anak-anak dianggap mengganggu

Sebelum saya bercerita mengenai insiden debat antara saya dan kakek/datuk di Masjid YYY, saya flash back terlebih dahulu kenapa anak saya Raffa (3 tahun 3 bulan) saya ajak ke Masjid.

Ketika saya menyuruh shalat kepada anak saya utk jamaah dirumah, raffa tidak mau dan hampir dibilang aga jarang mau utk shalat di rumah, tapi ketika diajak ke Masjid dia sangat senang dan mau ke Masjid.

Ketika pertama kali Raffa shalat di Masjid komplek, Raffa seperti layaknya anak-anak seumurannya, lari sana lari sini ketika Al-Fatihah dan surat, tapi ketika ruku, sujud dan duduk dia balik lagi ke shaf-nya. Setelah shalat di Masjid komplek saya pun berdiskusi kepada pengurus Masjid, “kalau anak saya lari-lari seperti ini apa sebaiknya saya tidak usah bawa ke Masjid krn nanti bisa mengganggu orang-orang yang lain ?” jawab pengurus Masjid “Ga papa koq, dulu waktu (ALM) Bapak kamu ke Masjid dan bawa kamu, sama seperti kamu dan anak kamu sekarang, tidak ada masalah, namanya juga anak-anak”

Lain Masjid lain aturan, Di Masjid lampung aturannya beda lagi, posisi anak-anak harus di shaf yang berbeda, jadi Raffa kalau shalat di Masjid di lampung di belakang bersama anak-anak lainnya supaya tidak mengganggu.

Ketika di Masjid YYY pertama kali saya dan Raffa shalat ada orang yang memberitahu kalau anak-anak disamping pojok sedangkan orang yg membawanya di sebelahnya, hal itupun saya lakukan ketika beberapa minggu kemudian saya mampir lagi ke Masjid YYY untuk kedua kalinya. Pada saat bacaan Al-Fatihah dan surat, raffa lari ke kiri, posisi rukuk dia balik lagi ke samping saya. Setelah shalat selesai dan kami berdoa, ada datuk/kakek (umurnya diatas 60 tahun) yang memarahi didepan orang-orang dan didepan raffa sendiri, kurang lebih seperti ini dialognya
BPK : ‘Mas, anaknya dipegang dong, jangan sampe ganggu orang-orang yg lagi shalat, kalau anaknya mau jalan/lari pegang kek supaya ga lari biar aja masnya berkurang pahalanya dari pada begini semua orang yg keganggu jadi ga konsen shalatnya
Bagi saya tidak ada masalah ada orang yang memberitahu/menegur ketika saya ada kesalahan terutama dalam beribadah, selama saya punya argumen pasti saya akan ajak diskusi, saya kejar bapak-bapak tersebut seraya berkata
SAYA: ‘Bapak, sebelumnya saya minta maaf beberapa minggu lalu saya sudah diberitahu orang agar posisi anaknya dipojok, lalu saya ikuti untuk minggu ini.‘ dan bapak-bapak itupun menjawab
BPK: ‘Harusnya anak-anak ga usah dibawa ke masjid, bisa ganggu jamaah yg lain untuk shalat
Lalu saya pun menjawab
SAYA: ‘Pantas saja diMasjid ini tidak ada anak-anaknya, saya baru mengalami hal ini, di Masjid ini yang seperti ini, jadi tidak ada generasi penerus ya disini ?’
Datuk/Kakek itupun menepis pernyataannya
BPK: ‘Bukan begitu, Harusnya anak-anak dibelakang, masnya juga kebelakang jagain anaknya
Lalu saya pun menjawab
SAYA: ‘Baik pak lain kali akan saya lakukan, anak saya dan saya posisinya di shaf belakang, khusus di Masjid ini’
sahut saya
….
ada bapak-bapak lain (yg aga mudaan) ikut membela datuk/kakek tersebut
‘Mas mas jangan dilawan, namanya orang tua lagian mas juga salah anak-nya ganggu yg lain shalat’
Saya pun berkata
‘Pak, saya bukannya melawan, tapi mengkonfirmasi harusnya seperti apa? kl posisi harus dibelakan ok, nanti ketika saya dan anak saya kesini lagi posisinya dibelakang dan saya pun sudah minta maaf’

Dan saya pun bilang dengan nada halus ke datuk/kakek yang memarahi saya
SAYA: ‘Pak, saya mohon maaf ya, tapi bapak pun harusnya jangan didepan orang-orang secara frontal memarahi saya, apalagi di depan anak saya. Bapak bisa berbicara baik-baik ditempat yang bisa berdialog berdua, saya pun bisa enak menerimanya
kemudian saya jabat tangan bapak tersebut dan Raffa saya beritahu untuk cium tangan datuk tersebut. Datuk pun berkata dan mengelus raffa ‘Iya nak sama-sama ya

Saya khawatir terhadap psikisnya raffa, takutnya dia trauma dan tidak mau ke Masjid lagi, tapi alhamdulillah ke khawatiran saya tidak terjadi, Raffa pun ke Masjid dekat rumah tanpa ada beban dan tetap senang untuk ke Masjid.

Hikmah yang sangat berarti dari perjalanan hidup
1. Jika membawa anak ke Masjid, liat situasi Masjid kira-kira berkenan atau tidak, kl tidak sebaiknya jangan atau ikuti aturan di Masjid tsb.
2. Konsentrasi shalat tidak diukur dari apa yang mengganggu tapi bagaimana cara mengatur ketenangan kita dalam bershalat walau sekalipun ada dangdutan/konser musik di dekat tempat kita shalat, apalagi ada anak-anak yang mengganggu (opini saya saja)

Karena dari pengalaman hidup saya, ketika mendengan jeritan tangisan anak di bis umum yg kita mau istirahat kl kita berfikir Egois dan negatif kita pasti marah-marah orang tua tsb atau mencak2 dalam hati sambil ngedumel, tapi kalau berfikir positif mungkin yg kita lakukan adalah menghibur anak yg sedang nangis atau memberinya makanan kecil dll.

Tagged ,

4 thoughts on “Shalat ke Masjid YYY membawa anak-anak dianggap mengganggu

  1. dyondra says:

    Ini nih…. kejadian pertama menimpa Zydhan, ni anak disalahin kakek-kakek tua padahal dia cuman diem ikut sholat di sampingku gara-gara anak kecil pada ribut.
    Yang kedua, si Faeyza berkelililing di shaf dari selatan ke utara ampe shajadah imam. Daripada jadi omongan mending ni anak langsung tak bawa pulang sholat terawih. Batal sholat de…. 😦

  2. sikathabis says:

    Iya mas dyon, sebaiknya kl anak itu terlalu aktif (padahal sudah diarahkan oleh orang tuanya) sebaiknya nda dibawa ke Masjid

    kalau kejadian Zydhan sepertinya apes yah, hehe

  3. dyondra says:

    Kalo si Faeyza itu karena uminya ingin mengenalkan dia di lingkungan sholat. Tapi ya gagal total…. 😀
    Iya, tu Zydhan lagi ketiban apes, padahal dari dulu tu anak walaupun temen-temen sebayanya banyak, ga pernah mau nggabung dia kalo di dalam masjid. Bahkan dia berani langsung sholat di belakang imam, ketika saya absen terawih.

  4. sikathabis says:

    Alhamdulillah, yang penting Zydhan ga trauma pergi ke Masjid. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: